Shuhei adalah pria muda yang sehat dan ingin memiliki anak dengan istrinya. Tapi, ada masalah: ia memiliki penis yang kecil, dan di dunia ini, orang seperti dirinya secara hukum dilarang untuk memiliki anak. Solusinya adalah: pemerintah akan menyediakan seorang pria bertubuh besar dan sehat dengan penis yang besar untuk membuahi istrinya. Shuhei memutuskan untuk tetap tinggal dan menyaksikan, yakin bahwa istrinya akan tetap mencintainya setelah kejadian itu. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari betapa dirinya adalah seorang pecundang ketika melihat penis pria sejati? Dan bagaimana mungkin istrinya tidak langsung memarahinya dan menuntut agar dia meminta pria yang lebih baik untuk membuahi dirinya?












